Agama dan Etnis

May 18, 2012 at 12:49 am Leave a comment

Semakin hari, semakin chaos saja pembahasan mengenai  kepercayaan/rilijius di negeri kita ini. Negara lain perang, kita “bingung”, mengapa tidak, berikut penjelasan saya :

Memang ini hanya sambungan dari tulisan2 yang sebelumnya mengenai krisis kepercayaan di negeri ini. Yang sangat ini saya jelaskan ialah “bagaimana kita memilah-milih sesuatu yang benar dari semua yang kita dengar dan pahami“. Permisalan ini berkaitan dengan agama2 di dunia saat ini. Untung saja di negeri ini hanya ada 6 agama, saya pernah baca, banyak sekali ternyata agama2 lain, ya, biarkan saja.

Agama di indonesia kesemuanya agama2 yang di-import dari luar negeri, dari timur-tengah, asia utara maupun dari india. Apakah kaintannya dengan agama ? Ya, jelas saja, jika agama itu datang dari suatu negeri, sudah jelas agama itu juga akan berkaitan dengan kebiasaan etnis/suku dari negeri itu, akibatnya, ajaran2 mengenai suku2 dari agama tersebut akan diikut sertakan penjelasannya pada kitab2 suci. Kita sebagai negeri yang menganut agama yang di import tadi menjadi bingung, melakukan hal-hal yang tidak pernah kita lakukan sebelum kita mengenal agama, banyak hal2 yang sebenarnya peraturan dari suku2 dari bangsa lain menjadi panutan yang jelas2 bukan karakter asli kita sebagai bangsa yang mandiri. Hal inilah yang menjadi biang keladi  perselisihan dalam pemahaman kita terhadap agama yang dikatakan menjadi status yang di bebaskan di negeri kita. Saya ingin mencontohkan :

Saya adalah seorang Batak, tentunya punya identitas “marga”. Dan saya bergama “Kristen protestan”. Apa hal yang menarik ? Saya tidak akan kehilangan marga jika saya menganut agama tersebut. Jika di telusuri lebih lanjut, agama kristen protestan berasan dari peleburan diri dari Katholik, Kristen berasal dari negeri Israel, Yahudi adalah bangsa Israel. Tapi saya sama sekali tidak menjadi suku Yahudi meski saya menganut agama yang datang dari pemberitaan meraka. Saya tetap (sepenuhnya) Batak, dan bergama Kristen protestan.

Dari penjelasan tadi, yang ingin saya klarifikasi ialah : Apa tidak adakah orang yang bergelar Prof. religi yang mampu memberikan perbedaan Agama dan kebiasaan etnis ?

Entry filed under: My self. Tags: , , , .

Today, remembering when Jesus rise to the holly place Panasnya kotaku dan galaunya penjajah makanan di gedung gubernuran..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Because I Learn CI and Jquery

http://api.jquery.com

http://www.grocerycrud.com

http://Zedwood.com

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My FB page


%d bloggers like this: