Pajabat (*Penjambret*) yang Mungkin Baik Hati atau …

August 22, 2012 at 10:27 pm Leave a comment

Tadi aku membaca salah satu media online yang berceritera kalau ada seorang darmawan yang baik hati sedang membagi-bagikan hadiah dari sekedar RAMAH tamahnya kepada warga sekitar rumahnya. Aku merasah orang itu baik, hatinya tulus dan iklas dan memang agenda rutin yang sudah diatur agar selalu terlaksana, itu adalah JAWABAN kalau saja ada yang bertanya pada si dermawan tadi mengenai ramah-tamah-nya itu. Coba lihat, orang-orang berbondong-bondong mendatangi si Dermawan.Tak ayal mereka memang sama persis seperti pengemis.

Memberikan bantuan bagi orang lain memang sangat menyenangkan hati dan rohani, tentunya jika dibarengi dengan pujian dan elu-eluan, tapi, bagaimana jika pujian itu di barengi muka masam yang kesal karena lamanya menunggu antrian untuk sekedar uang 10000 rupiah? Aku rasa, lebih banyak kata kasar memaki lamanya antri untuk sedekah dari pada ucapan syukur. Sudah barang tentu bukan lagi berkah yang didapat, malahan murka karena terlalu banyak yang marah.

Aku kepengen seperti Dermawan itu, membagi-bagikan harta kepunyaan yang hanya cukup untuk uang kuliah dan ongkos kuliah, sudah aku pastikan kalau ibuku akan menggantungku karena niatku itu! Hahaha.. sepertinya tidak untuk masa-masa ini, biarlah yang merasa punya terlebih dahulu mewakili diriku membagi-bagikan kepada orang2 yang memerlukan, bukan kepada orang yang berkepentingan. Aku sekarang mulai semakin percaya dengan ayal-ayalku tentang kehadirat Tuhan, Dia seperti orang tua yang sangat care dengan anaknya, tidak membatas-batasi dan selalu melindungi. Kita kaya itu karena sudah berusaha sebaik mungkin dengan seluruh daya upaya baik itu memang dari menurunnya harta warisan ataupun dari hasil olah keringat asin kita, sedangkan miskin itu karena kita mau bersenang-senang dulu dan tidak mau terlalu memikirkan dunia ini dan percaya kalau kaya bukan jalan hidup yang terlalu utama, selain itu Tuhan maha pelindung, jika berfikir sedikit saja, kita tidak akan kelaparan alias berpeluang untuk dapat makan, lagi pula manusia itu makluk lemah yang hanya punya otak untuk bertahan hidup, kalau tidak mikir, yah mate. Jadi, Tuhan itu sangat care, mau kaya silahkan, mau miskin karebmu.

Kembali kepada si Pejabat yang sudah mirip penjambret karena dia sudah mengambil terlalu banyak perhatian dari orang-orang sehingga tidak ada lagi orang yang memperhatikan tata hidup, sepertinya mendapatkan hadiah dari sedekah itu adalah satu misi penting yang harus diselesaikan walau harus jatuh bangun. Di Indonesia kemarin ada wakil presiden yang memberikan BLT (bantuan langsung tunai), setiap orang miskin mendapatkan uang tunai sebesar 300000 ribu setiap bulan, kalau dibandingkan dengan si Dermawan yang hanya 10000, aku pesimis akan memilihnya menjadi Presiden, karena bagaimana ceritanya kalau BLT nanti hanya di berikan 10000? Lagi pula, siapa sih yang jujur, karena berbohong itu lebih enak dari pada makan, bisa di kerjakan lebih dari 3x sehari.. Kakakak ..ini bukan pengalaman!

Entry filed under: My self, Nasib oh..nasib. Tags: .

Raya di Pekanbaru Cara memilih password bukanlah pilihan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Because I Learn CI and Jquery

http://api.jquery.com

http://www.grocerycrud.com

http://Zedwood.com

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My FB page


%d bloggers like this: