Inspiration – Inspire student by The Man behind the ….(part 2)

January 26, 2013 at 7:54 pm Leave a comment

Mari kita sambung lagi tajuk yang kemarin.

Yap, masih tentang ‘wacana’ (calon sarjana wacana, miris ;)) yang kemarin, tepatnya tentang Aktor2 dari dunia industri yang akan terjun langsung dalam kegiatan mengajar untuk mengajar di sekolah/universitas.

Baiknya gimana regulasinya?
Sebaiknya ada koordinasi dari pemerintah/dinas terkait, baik dari pendidikan ataupun industri agar tidak terjadi kecanggungan antara kerja dan waktu mengajar.

Di luar negeri ada wajib militer, di Indonesia harus lebih kreatif dan memang penting!
Yap, kenapa harus wajib militer, wong kita gak pernah perang kok. Paling2 jaga kerusuhan dan perbatasan yang memang masih belum intensif penjagaannya. Sudalah kalau critain orang lain, bisa kwalat. Kembali, maksud saya, seorang profesional di dunia industri harus dibebankan untuk mengajar dan harus diberikan waktu luang untuk hal tersebut, jelas saja dengan berdasarkan sugesti dari pihak2 berwenang.

Bagaimana dengan kemerataannya?
Ya, ini pelik. Karena mungkin sekali ada sekolah atau tempat mengajar sangat jauh dari tempat tinggal orang2 tsb, akhirnya menjadi masalah pada waktu kerja, jawabanya memang satu saja “Koordinasi”!
Kalau memang niat idealis, pasti bisa!

Bagaimana dengan cara lain yang sudah lama diterapkan?
Magang/perakerin maksudnya? Ya biar saja, tapi saya sendiri merasakan bahwa perakerin tidak selamanya bisa membina, terkadang malah tidak ada mengerjakan apa2, dan sudah barang jelas bahwa orang2 di tempat magang tersebut tidak berani memperbincangkan hal2 yang vital (teknologi yang dipakai) pada peserta magang, dan akhirnya tidak dapat pelajaran yang bermutu. Jadi, karena pengajar dari dunia industri, akan dicocokkan dengan kurikulum, namun tentunya nanti diharapkan dapat memberikan penekanan pada bagian2 yang penting bagi peserta didik.

Big impactnya apa?
Dunia pendidikan lebih nyata!
Dunia pendidikan tidak hanya membahas sejarah dan pengertian/makna!
Ini untuk kesejahteraan dan kemerdekaan yang se-merdeka-merdekanya.

Percayalah, karena aku percaya!😀

Entry filed under: Human Being. Tags: .

Thanks to .. Only Number (0-9)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Because I Learn CI and Jquery

http://api.jquery.com

http://www.grocerycrud.com

http://Zedwood.com

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My FB page


%d bloggers like this: