Sarkasme: Tentang Nusantara

July 23, 2013 at 10:41 pm Leave a comment

Tabiat manusia seserakah babi

Hati dan fikiran tak juga sebesar Singa

Tetap saja seluruhnya bernajis walau tampak lebih dari permata

Dibaliknya topeng bersembunyi raungan anjing-anjing bergigi-lidah garang

Siapakah aku ini, jika aku lebih garang dari anjing-anjing?

Jikalau kita saling hunus sebab Dia, maka aku pertanyakan HukumNya yang kau sebut-sebut itu!

Dan mengapa kita harus diberi akal-pemakna?

Hari-hari sekarang aku tak lagi berbangga pada Nusantara

Terkadang aku bertanya, mengapa kita disebut Indonesia?

Yang jelas nama itu tak ada makna!

Deskritku sudah jelas pada bait diatas

Tapi aku masih disini, entah sampai ini berhenti, ataukah hingga aku mati didalamnya.

Coba lihat kata ini : “Jika bukan karena kasih Tuhan, maka ganjarnya DOSA adalah MATI” dan berapa kali kita sudah mati setiap harinya?

Entry filed under: Poem. Tags: .

Ngeles Pekanbaru: a timeline summary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Because I Learn CI and Jquery

http://api.jquery.com

http://www.grocerycrud.com

http://Zedwood.com

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My FB page


%d bloggers like this: