Berbicara Tanpa Karma (bad karma)

January 9, 2014 at 12:10 am Leave a comment

Prevent, prevent, prreeveent…
Setiap aku lewat dari jalan melur melalui jalan jendral, di traffic light kalau lampu merah aku bisa menbaca jelas salah satu propoganda Dinas Kesehatan, yaitu “Lebih baik mencegah, daripada mengobati”. Maksudnya jelas, yaitu agar kita menjaga kesehatan, dengan segala upaya tentunya. Adalagi pribahasa, “Mulutmu harimaumu”. Supaya kita bicara tidak asal, karna bisa saja malah berbalik menyerang diri sendiri. Ada lagi, “Diam itu emas”. Gak nyambung yah, alurnya? Mari kembali ke judul dulu.
Sebenarnya yang pengen aku omongin sederhana, yaitu untuk membiasakan diri menggunakan kata2 yang lebih halus dalam berbicara. Sehingga tidak ada pihak yang tersinggung. Karena aku sering membaca tulisan2 orang yang di/ter-broadcast kemana-mana dan dapat diakses dengan mudah  itu mengadung kata2 pengbangkit amarah. Padahal kalau saja disampaikan dengan halus, orang akan lebih simpati dan mudah memahami (bukan tahu, tapi paham). Beberapa contoh, walau aku juga bukan budayawan.
1. Saya tidak perduli dia masuk kerja atau tidak, yang penting pekerjaan selesai.
Lebih baik jika diubah jadi “Pekerjaan harus selesai, walau tidak masuk kerja”, sehingga kata-kata negatif “tidak perduli” bisa dihindari.
2. “Terima kasih, tapi tidak usah”, lebih baik dari “Tidak,terima kasih”
Aku sedang memikirkan beberapa contoh lain, tadi ingat, sewaktu nulis, lupa lagi.

Selain membiasakan diri untuk berbicara lebih halus, biasakan diri untuk berbicara rendah diri, jika terasa mulai tinggi, turunkan lagi, lagi dan lagi. Jika satu masa, kita bertemu pembicaraan yang membuat kita tertarik untuk ikut memberikan kata2 cacian, maka TAHAN! fikirkan kembali, bahwa sebenarnya kejadian itu bukan tidak mungkin kita alami, tapi hanya belum terjadi saja. Sebelum terjadi, lebih baik kita diam dan memahami, sehingga kita paham cara menghindari ataupun melalui suatu masalah dari best practice maupun research.
Ingatlah, manusia mudah mengulang kata2, tapi mudah pula menginterprestasikannya berdasarkan pemahan sendiri. Terlebih kata2 yang didengarnya punya nada tinggi. Maka hindarilah berkata kasar.

Bacaan:
http://www.spiritualresearchfoundation.org/effects-of-swearing-speak-loudly-softly
http://www.phrases.org.uk/meanings/speak-softly-and-carry-a-big-stick.html

Entry filed under: Perspektif lain-lain. Tags: .

Verify Value in PHP Nasib Pekanbaru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Because I Learn CI and Jquery

http://api.jquery.com

http://www.grocerycrud.com

http://Zedwood.com

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My FB page


%d bloggers like this: