Nasib Pekanbaru

February 2, 2014 at 11:20 pm Leave a comment

Apatis, banyak yang apatis. Muak, semua pada muak, kecuali yang tidak.
Sebaiknya bagi kita yang tinggal di Pekanbaru ini tidak usah muak, kenapa? Ya, kalau kita muak, gak ada tempat yang asik untuk refreshing. Pasalnya, pergi kekiri, ketemu ruko, kekanan, ruko, muka, depan belakang, shit!
Ada beberapa hal yang membuat kita muak dengan Pekanbaru ini, beberapa diantaranya:

  • Tata kota (termasuk Lalin, Ruko, Banjir, Amdal)
  • Waralaba
  • Wisata

Tata kota (termasuk Lalin, Ruko, Banjir)
Dulu kita tak kenal macet, ndak pernah salah jalan, ya, karna macet maksudnya, lah sekarang, kalau udah kena macet, wadoh, bisa sampai 3x putaran lampu merah. Saya percaya, bahwa kemacetan ini bukan karena besarnya volume kendraan sekarang ini, tapi karena tata jalur yang tidak efektif. Contoh; di Jalan arengka 1, simpang Jalan durian tidak pernah macet parah, setelah diperlebar sampai 2 kali lipat, ternyata jadi macet, kenapa? Ya, karena bukan memperlebar jalan itu solusi anti-macetnya, tapi karna jalur keluar masuk dari Jalan riau, labuh baru timur ke Sigunggung diblok dan harus lewat dari lampu merah, itu biang masalahnya! Sial, masa’ tukang insinyiur gak ngerti ini! kemana aja itu orang, hadoh!
Masalah banjir, lucu banget nih. Ada keluarga saya yang tinggal di Panam, disalah satu perumahan. Kebetulan memang daerah lebih rendah dari daerah lainnya disana dan anehnya, kenapa masih dijadikan bangunan perumahan oleh developer, akibatnya banjir pun jadi sarapan dan makan malam yang pahit. Dimana lucunya? ternyata masih didaerah yang sama, ada developer yang bangun hunian (cluster) yang lebih tinggi tempatnya, artinya sama saja membuat danau dirumah tetangganya. Haiyah! siapa yang ngasih ijin lagi ini? kalau di Jakarta tanah dibeli pemerintah, di Pekanbaru, ya mimpi sajalah😀

Waralaba
Setahun ini adalah tahun yang berat untuk wong cilik di Pekanbaru, tidak ada walikota yang baik, semua hanya mimpi setelah pemilihan walikota dulu, saya sih cuma bisa senyum. Kemarin pedagang dihadang sama pasukan dengan pentungan, seperti maling. Disuruh pindah ke tempat baru yang SANGAT TIDAK LAYAK. Lihat pasar yang dibangun swasta dengan izin pemerintah untuk RAKYAT di pasar jongkok sana, muak..muak..muak, bandingkan dengan izin Waralaba Indomaret dkk, mewah! setiap 200 meter ada makluk itu. Terlebih saya belum pernah dengar ada bangunan waralaba yang kebakaran, kalau pasar rakyat, bisa 3 kali setahun kebakarannya. Adoh!

Wisata
Kita tahu kalau pekanbaru ini tempat yang datar2 saja, tidak seperti Bukit tinggi atau Padang sana, kalau ada kelurga yang berkunjung, pasti kita bingung mau di bawa keliling kemana, Mall (pasar)? masa’ dibawa kepasar, apa lagi? ndak ada yang manarik. Di Pekanbaru katanya ada benda termewah se-Sumatera, tapi setelah kesana, eh banyak yang retak2. Tempat sekitar pun tidak produktif, seharusnya kalau sudah ada stadion megah seperti itu, didukung dengan tempat kongkow yang green, jadi masyarakat bisa rekreasi disana.

Itu masih sedikit cerita kota ini, walau begitu, ada survey yang bilang Pekanbaru ini kota paling cocok untuk Ibu kota Negara. Entah jadi apa lagi Pekanbaru ini nanti kalau sempat jadi.

Entry filed under: Kotaku. Tags: .

Berbicara Tanpa Karma (bad karma) Edward Snowden vs Nazar-udin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Because I Learn CI and Jquery

http://api.jquery.com

http://www.grocerycrud.com

http://Zedwood.com

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My FB page


%d bloggers like this: