Ngomongin Javascript

June 5, 2014 at 8:51 pm Leave a comment

Diskusi tentang bahasa pemrograman umum (general purpose ProgLang) memang tiada habis serta tak akan kandas sampai kapanpun. Serius, contohnya, biarpun BASIC dan dan FORTRAN sudah sangat jadul tapi sampai sekarang masih sering dijadikan sumber cerita yang menarik setiap ada topic komparasi proglang. Yah, semacam sejarah dunia gitulah, selalu diungkit2 dua bahasa fosil itu๐Ÿ˜€. Ouch, lupa! Kan lagi ngomongin Javascript. Yah, javascript adalah salah satu bahasa pemrograman client side (Action Script) (kernelnya di embed di browser). Itulah definisi kaku sewaktu jaman orde baru :v. Sekarang bahasa ini tidak hanya dipakai untuk client side saja, tapi juga sudah menjadi bahasa general porpuse yang dipakai di sisi server. U no Node.js, yep ProgLang yang disebut punya kemampuan untuk melakukan pekejaan layaknya proglang PHP, Java dan kawan-kawan.

Prospek
Melihat dari keberhasilan HTML5 dan Node.js yang sudah dipakai secara luas, bahkan implementasi langsung oleh Company semacam Facebook dan kawan-kawan, tentunya masa depannya cerah. Javascript dapat berjalan baik di komputer desktop, tablet ataupun smartphone (HP jadul juga?). Atau ini http://brandonalexander.com/rosnodejs/.
Terus, apakah saya yang baru belajar proglang bisa langsung belajar bahasa ini?
Tentu bisa, tapi tidak recomended! kenapa?
Alasannya karena proglang ini adalah mahluk tempat berkumpulnya konsep terbaik dan terburuk dari semua konsep yang ada. Walaupun demikian. dalam banyak topic komparasi proglang, jarang sekali yang mengungkit2 kekurangan javascript, hehehe๐Ÿ˜€ Lucu!
Sebaiknya baca buku ini (ditulus oleh salah seorang periset senior Javascript)
http://www.oreillynet.com/pub/a/javascript/excerpts/javascript-good-parts/awful-parts.html
Oleh karena itu, lebih baik belajar bahasa yang lebih mudah dulu, misalnya C, PHP atau basic.

Level pada Javascript
Saya sendiri sangat terganggu dengan proglang ini, sering sekali membuat pusing 7×2 keliling!๐Ÿ˜€ Terang aja, konsepnya aneh sekali, membuat bingung saja. Jadi sebenarnya bagaimana tentang level pada Javascript ini?
Saya sendiri masih hanya sebatas untuk memudahkan user interface saja atau koneksi form (AJAX) saja. Itu karena saya tidak menyukai design grafis. Javascript sendiri adalah bahasa wajib bagi Web Designer yang bakal sangat berguna untuk membuat interface lebih menarik, terlebih sekarang sudah ada HTML5, proglang ini semakin gencar implementasinya.

So, ada yang nekat?๐Ÿ˜€

Entry filed under: Umum. Tags: .

PHP, Java, Objective-C, .NET, Python Sucks? Facebook Is Down

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Because I Learn CI and Jquery

http://api.jquery.com

http://www.grocerycrud.com

http://Zedwood.com

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My FB page


%d bloggers like this: