Archive for September, 2014

Menengok Panduan Pengaduan Website PANSELNAS

Event terheboh di Indonesia saat ini selain berita kasus korup dan pilpres adalah pendaftaran CPNS, katanya sekarang sudah online. Saya lumayan gencar mengamati kondisi sistem yang sedang berjalan itu, saya dengar berita kemarin sempat semaput dan online lagi setelah beberapa hari maintenance akibat gelombang pendaftaran yang padat katanya.

Ini adalah kali pertama pendaftaran via online yang dilakukan negara untuk merekrut abdinya, keren juga, sudah bisa online. Online-nya sistem pendaftaran ini juga dipercanggih dengan sistem ujian yang menggunakan CAT (google CAT plis 😀 ), untuk masalah CAT ini saya tidak mau ikut campur, karna memang saya tak pernah tau bentuknya 😀 . Coba kita akses halaman di https://panselnas.menpan.go.id/index.php/2-uncategorised/429-pengaduan , itu adalah halaman untuk panduan pengaduan, semacam FAQ untuk pengaduan. Dari halaman itu ada beberapa hal yang masih membingungkan saya pribadi, jika Anda merasa tidak bingung, ya bagus itu 😀 . Mari kita mulaikan!

Judul : Panduan Pengaduan, its okelah

Baris kedua:

Ini ada solusinya! Saya mengira-ngira, mungkin pihak dapur (tim administrasi pendaftaran) website ini merasa kesulitan apabila pengguna dapat merubah pilihan instansinya, karena setiap pendaftar mungkin sudah dikelompokkan pemeriksanya, misalnya data dari instansi A, LANSUNG diperiksa instansi A pula, nah mungkin jika pengguna diperbolehkan merubah nantinya akan menyusahkan pemeriksaan oleh pihak dapur, solusinya?
Yep, ada 2 solusi sehingga pengguna masih boleh merubah pilihannya:

  1. Sistem pendaftaran mengharuskan pengguna meng-klik suatu link untuk konfirmasi pendaftaran pada email yang digunakan untuk mendaftar, ya seperti konfirmasi email di facebook :D. Jika sudah sudah terkonfirmasi, pengguna dapat login dan merubah datanya jika diperlukan, pada halaman pengguna tersebut sediakan sebuah tombol KIRIM LAMARAN, setelah itu data tidak dapat diubah lagi, jika belum dikonfirmasi atau pengguna belum meng-klik tombol kirim lamaran tersebut, pihak dapur tidak perlu mengecek data pengguna tersebut.
  2. Berikan waktu 2-3 jam bagi pengguna mengoreksi datanya sebelum data tidak dapat diubah lagi dan kemudian diperiksa pihak dapur.

Saya pribadi lebih suka solusi yang nomor 1.

Mari bahas baris2 selanjutnya, lihat gambar.

Gambar diatas menjelaskan beberapa poin yang menurut saya kurang ideal. Tetapi mengapa mesti begitu, apakah tidak ada solusi lagi? Jawabnya “ada”!

Nomor 1: Manualisasi untuk masalah yang penting sepertinya memang baik, saya setuju, teruskan!

Nomer 2: Bingung sekali saya, kalimatnya belum jelas, karena jika email sudah masalah, terus mengirim email dengan email mana? Harusnya ada kejelasan dalam kalimat itu, misalnya boleh mengirim dengan email selain yang digunakan saat mendaftar, atau apa kek :D.

Nomer 3: Katanya jika tiba2 sistem berhenti merespon saat kita meng-submit form, maka kita boleh langsung login ke portal instansi dalam 1×24. Ini membingungkan, pendaftaran menggantung harusnya sistem merespon gagal, ambigu sekali ini. Situasi sepertinya harusnya bisa ditangani oleh programmer dengan melakukan pengecekan data, jika memang koneksi terputus tetapi data masuk, yah kirimkan saja email konfirmasi pendaftarannya. Sehingga pendaftar tidak bingung, antara masuk atau tidak.

Nomer 4: Masalah kesalahan sistem yang tidak mengirim email saat pendaftaran, ada 2 solusinya:

  1. Melakukan queue pada sistem emailing, jika email gagal dikirim oleh fungsi email, maka akan coba dikirimkan lagi nanti, sehingga email konfirmasi tidak ada lenyap karena kegagalan sistem.
  2. Menyediakan kolom yang fungsinya untuk mengirim ulang email konfirmasi, sehingga jika pengguna merasa sudah mendaftar tapi setelah menunggu sekian lama ternyata tidak dapat email konfirmasi nantinya bisa menggunakan form tersebut untuk mendapatkan email konfirmasi, jika emailnya juga gagal terkirim? Balik ke sistem point a 😀

Nomer 5-7 okelah sip!

Selesai masalah!

Request: Konfirmasi via SMS juga dong, biar lebih pribadi kesannya . Facebook aja ada konfirmasi SMSnya, masa kita kalah 😀

Adapun solusi dari saya ini bukan untuk menjelekkan sistem yang ada, sesuatu yang baru tentunya memang begitu adanya, mesti ada masukan, biar lebih baik. Jika ini bukanlah solusi, ignore me 😀 . Sekian.

September 22, 2014 at 2:03 am Leave a comment

Integrasi Layanan Ekstenal

Integrasi software memudahkan kita dalam berbagai pekerjaan, dengan kata lain kita tidak perlu membuat software baru lagi karena sudah ada yang buat, jadi kita hanya perlu mengitegrasikan dengan software kita sesuai kebutuhan masing-masing. Dalam integrasi software bukan tidak ada masalah, teknik integrasi pada sistem bisa saja berubah, belajar dari pengalaman dulu-dulu, sering jantung jadi berdebar ndak karuan kalau tiba-tiba layanan eksternal yang kita gunakan tidak berfungsi, akibatnya harus di oprek ulang. Integrasi sistem juga bisa saja melemahkan sistem keamanan pada sistem kita apabila sistem pada layanan tersebut tidak aman, tidak mengikuti kaidah-kaidah terbaru dalam keamanan sistem.

Dropbox adalah salah satu layanan eksternal yang kami pakai untuk sistem backup otomatis. Setiap setup website baru, kami mengitegrasikan website tersebut agar dibackup otomatis secara berkala baik database maupun file asset (gambar, file upload, dll). Ini meringankan pekerjaan administrator walaupun menu backup sudah tersedia dihalaman administrator. Namun selama menggunakan layanan dari Dropbox sudah beberapa kali terjadi perubahan drastis yang membuat saya harus mengoprek ulang agar integrasi tetap jalan, ada 2 kejadian terkait perubahan integrasi sistem Dropbox selama ini:

1. Masalah Autentikasi koneksi, dari menggunakan sertifikat dan plain connection account menjadi sistem Oauth.
2. Masalah protokol transfer, dari http ke https untuk Oauth url callback.

Dilihat dari perubahan yang terjadi, memang Dropbox mengarah pada hal positif, dari yang sebelumnya masih menggunakan teknologi lama, menjadi yang lebih baru (lebih aman juga). Contoh pada dropbox tersebut menjadi pengajaran agar lebih memperhatikan masalah integrasi sistem,  agar sistem tetap berjalan!

September 19, 2014 at 10:26 am Leave a comment

Jual Saja, Pasti Laku!

Stand

Sumber: en.wikipedia.org/wiki/P%C3%B8lsevogn

Sekarang ini saya bekerja sebagai programmer. Awal mula menjadi programmer tidaklah mudah, segala alasan bisa muncul untuk berhenti menekuni bidang ini. Penyakitnya bisa apa saja, mulai dari pusing, sakit kepala/migrain, sakit perut sampai kuku terkilir pun bisa jadi alasan :v. Tetapi ternyata pekerjaan yang walaupun sudah menahun tetap saja keseharian saya selalu dihantui alasan-alasan konyol seperti ini. Saya sendiri tidak berfikir terlalu idealis tentang satu jenis pekerjaan, karena dulunya basic saya adalah Admin Jaringan, karena satu dan lain hal, akhirnya menyelam ke danau yang lain :D. Saya tidak takut dibilang kutu loncat atau generalis, saya berfikiran OPTIMIS + REALISTIS. Berfikir OPTIMIS artinya kita tidak mengeluh akan jalan hidup yang masih membentang layaknya lajur jalan dari Rumbai ke Pasir Putih :D, tetap semangat, beat the day! Sedangkan REALISTIS nilainya selalu kearah negatif, hal ini berguna sebagai wanti-wanti dalam bertindak buat, intinya wise-lah.

Jika kita terlalu idealis, maka kita melihat segala halnya rata/flat, misalnya saja, ada mahasiswa yang mengambil jurusan IT, tetapi tidak terlalu paham IT, ini bukan berarti masa depannya akan suram, masih banyak bidang bukan IT yang membutuhkan orang-orang dari skill berfikir layaknya orang IT, misalnya perbankan atau analis bidang lainnya. Saya tidak mau meremehkan orang yang sekolah dibidang IT tapi tidak jago benar IT, yang pantas di remehkan itu adalah orang IT tapi tidak mau update tentang IT!

Okeh, mukadimahnya panjang benar :D! Kemarin kami berjualan produk toko online (http://demo.bisnislab.com) yang diproduksi langsung oleh tim development kami. Hasil yang didapatkan bila dibanding dengan stand jualan modem di depan stand kami mungkin sekitar 1000:1. Mereka 1000, kami 1, miris, mau nangis :v. Padahal jika dibandingkan dengan produk ecommerce (http://businesscatalyst.com) punya Adobe, fitur sistem kami tidak kalah dan mungkin lebih efektif, hal ini dikarenakan sistem yang dibuat juga kami pakai untuk berjulan, sehingga kami selalu berusaha mengupdate agar lebih mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan yang aktual/business process.

Berjualan memang susah, bila pasar tidak benar dikaji, alhasil nihil yang diperoleh. Jelas saja, kita tidak berjualan baju dingin di kutub, tentu pasarnya adalah orang2 yang butuh jaket hangat. Pekanbaru kususnya, Indonesia umumnya masih sulit untuk menjajakan produk teknologi informasi, masyarakat masih banyak berbelanja secara konvensional, atau memang ada pemain besar yang bermain kasar, akibatnya penjual dengan daya kecilpun meringis tumbang. Ini menjadi satu pengajaran yang berharga, berjualan tidak mudah, bahkan bagi saya lebih sulit dibanding programming! Buktinya? Itu programnya sudah jadi, tapi hasilnya tidak segembira yang dibayangkan. Dibuat, dijual, ternyata tak laku :v.

Mungkin yang kita butuhkan adalah kiat marketing yang baik untuk menjual software, ini dia bacaan yang bisa membuka pikiran 14 Tips for Selling Software and Services Online | CIO . Selamat Berpetualang!

September 16, 2014 at 11:01 pm 2 comments


Because I Learn CI and Jquery

http://api.jquery.com

http://www.grocerycrud.com

http://Zedwood.com

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d bloggers like this: