Posts filed under ‘Poem’

Nafsu Kecupan Terakhir

Aku mengenang terakhir kali tentang kita
Saat kusuapkan cinta yang abadi padamu,
dan,
Kutuangkan pengorbanan yang sejati untuk dahagamu.

Sebelum engkaupun, aku juga membuat awan cinta untuk para kekasihku
Itu supaya rambutnya tidak rusak kar’na panasnya siang hari
dan,
Kurawat kaki-kaki kuatnya sehingga lembut,
Duhai kekasih-kekasihku itu.

Aku tahu ini pengakhiran tentang engkau
Kita tidak akan bertemu dan berpelukan untuk mengenang lagi lagu cinta
Aku tahu kar’na kau ‘tak berpengalaman tentang itu
Padahal aku sudah berikan yang tidak akan kau temui pada yang lain
Emas murni yang tidak berkarat, hanya dariku itu!

Tetapi, baru saja perempuan jahat itu membuka satu kasut kakinya,
aku kau campakkan!
Hargaku terlalu murah bagimu!

Ketika kau cium pipiku penuh nafsu,
Aku sudah tahu, itu tanda terakhir kita bersama sebagai kekasih
Kau akhirnya membuang aku,
Kau membuangku seperti barang, seperti barang yang tidak terpakai
Persis seperti kekasih-kekasihku dulu,
Padahal, hanya aku seorang kekasih yang setia.

Aku ini tidak akan berhenti padamu,
Aku telah berjanji untuk memberikan cinta pada kekasih-kekasihku,
Matamu telah rusak parah oleh perempuan jahat itu,
Cintaku yang sejati itu tidak kau ingat-ingat lagi,
Telah buta untuk membaca surat cintaku!

Maaf saja, Aku tidak mau padamu lagi!
Kini,
Kau kan kusimpan di tempat yang tergelap, di dasar lautan atlantik.

Aku ‘kan pergi pada yang lain,
Yang mendengar suaraku,
Yang mau setia padaku,
Dikeabadian cinta kami berkasih mesra.

nb: The Last Kiss of Our Lord.

Advertisements

September 17, 2015 at 3:18 am Leave a comment

Sarkasme: Tentang Nusantara

Tabiat manusia seserakah babi

Hati dan fikiran tak juga sebesar Singa

Tetap saja seluruhnya bernajis walau tampak lebih dari permata

Dibaliknya topeng bersembunyi raungan anjing-anjing bergigi-lidah garang

Siapakah aku ini, jika aku lebih garang dari anjing-anjing?

Jikalau kita saling hunus sebab Dia, maka aku pertanyakan HukumNya yang kau sebut-sebut itu!

Dan mengapa kita harus diberi akal-pemakna?

Hari-hari sekarang aku tak lagi berbangga pada Nusantara

Terkadang aku bertanya, mengapa kita disebut Indonesia?

Yang jelas nama itu tak ada makna!

Deskritku sudah jelas pada bait diatas

Tapi aku masih disini, entah sampai ini berhenti, ataukah hingga aku mati didalamnya.

Coba lihat kata ini : “Jika bukan karena kasih Tuhan, maka ganjarnya DOSA adalah MATI” dan berapa kali kita sudah mati setiap harinya?

July 23, 2013 at 10:41 pm Leave a comment

Terdengar Tanpa Suara

Pernahkah kita mendengarkan isi hati yang bergejolak dengan sejuta rasa

Katanya , Aku menangis dalam hati, siang hari yang terik membuat aku tak mampu menahan diri untuk segera bermimpi, sekedar menghilangkan penat dan dahaga teriknya hari, maka akupun mengimpikan akan sejuknya pantai landai dan banyu yang menerpaku dengan sejuta kesejukan merepukkan seluruh kekeringan di lapisan kulitku, maka akupun segera terpuaskan.

Tersentak aku, kiranya dunia ini tak punya rasa iba padaku untuk memberi waktu menikmati pantai landai dalam mimpiku. Masih dalam teriknya sang surya, aku bertanya dalam hati. Mengapa mereka yang dibalik bilik sebelah sana bisa tertawa dan aku hanya meratap, apakah Dia yang mengingikan ? Sungguh bukan aku yang berkuasa, biarlah sesuai dengan hendakNya.

Ingin aku berteriak liar, dengan kata-kata pemberontakan, memaki seluruh jagad yang telah meninggalkan aku sendiri dalam semarak kehidupan, siapa gerangan kiranya aku ini, tak pantaskah aku ? Lidah ini bisu, telingaku mampu mendengar dengungan dari suaru terkecil sekalipun. Apakah ada yang mampu mendengar suaraku, aku bisu bukan tuli ! Aku berbahasa walau tak mampu higga hikmat.

Berhenti aku berkomat-kamit setelah tiada yang mendengar, akupun tak lagi bermimpi, maka aku haturkan segala syukurku, kepada Dia Sang Pemilik Segala Alam, tak kenal bahasa sebagai pemisah, suara hati jadi acuannya, maka aku bergembira dalam hati, walau tanpa suara aku masih terdengar !

Apakah kita dalam belenggu dan bisu, berdo’alah, bukankah kita ini seperti dia yang menagisi harinya, apakah itu saya, kamu dan disekelilingmu, berdoalah, Dia mendengarmu dengan segenap hikmat.

November 25, 2011 at 2:42 pm Leave a comment

Bagaimana IT di Pekanbaru Tercinta ?

” iPekanbaru information Case “, Keren nama aplikasinya ya, mudah-mudahan ada yang berfikir membuat aplikasi mobile yang bisa dipasangi ke perangkat-perangkat mobile populer saat ini, aplikasi basis java mungkin bisa jadi solusi untuk listas platformnya progra, oh iya, saya belum beritakan apa fungsi dari aplikasi tersebut. Aplikasi tersebut seloronya nanti bisa memberikan informasi mengenai pekanbaru secara keseluruhan, mulai dari kondisi cuaca sampai kondisi pasar ataupun ekonominya.

Pasalnya saya berwacana begini, karena sebegitu gencarnya pembangunan kala ini di Pekanbaru, jalan-jalan protokol dibangun MEGAH, gedung-gedung berdiri kokoh, baik hotel ataupun pusat-pusat pelangsiran bahan jualan seperti toko dan mall.Lihat saja daerah PANAM dengan jalan Subrantas-nya yang super sibuk, saya sering mendapati jalan tersebut amat sangat sibuk sehingga harus benar berhati-hati dalam berkendara. Jikalau malam tiba, sekitar jam 7 hingga 10, jalan pun masih benar-benar semarak , tetapi kisaran jam 11 hingga jam 3 pagi, suasana LENGANG mulai tampak, hanya Truk dan Container yang melewati jalur ini, jadi bisa sedikit santai di jalanan. Hal ini terjadi karena banyaknya PERUMAHAN didaerah panam. Begitu juga dengan jalan-jalan protokol lainnya,seperti Jl. Arengka I , Jl. Tuanku tambusai, Jl. Riau serta Jalan yang ada diderah Gobah.

Kiranya kemajuan infrastruktur dibidang pembangunan dan ekonomi di Pekanbaru bisa di imbangi sehingga semua sektor dapat berjalan serempak dan seimbang, hal ini akan bermamfaat untuk menambah percepatan pembangunan dengan menyonsong Globalisasi dunia.

“The Beloving Our Pekanbaru City”.

Tiada satu yang tampak indah ketika menganjakkan kaki menjauhi engkau yang sempurna, serasa ingin  melepas diri dari jauh sana untuk kembali ke haluanmu, PEKANBARU KOTA BERTUAH, dikau kupuja dan mereka cinta, Semangat muda dan mudah kiranya membangun engkau yang mulia

November 15, 2011 at 8:51 am Leave a comment

Waktu Yang Sungguh Semu

Yang manusia tidak mampu untuk menahannya ialah waktu. Segala sesuatunya tak bisa di ubah bila telah terjadi dengan mengembalikan ke waktu terdahulu. Pesan hidup bagiku yaitu “Hidup dengan hal yang telah berlalu terus menjadi cambuk menuju hal terbaik”. Biarlah kiranya setiap jalan yang ditempuh menjadi satu perjalanan menuju kesempurnaan. Dengan tangan Tuhan yang selalu menggengam, yakinlah tak ada batu yang terlalu keras untuk kita tembus di jalan yang kita lalui. Amin, Amin, Amin.

My prhase : Yesus, I’m not dream about rich in the world, but the best for you is my joblist which every day i’ve to do. You’r my hope, you are my destiny.

September 19, 2011 at 1:07 pm Leave a comment


Because I Learn CI and Jquery

http://api.jquery.com

http://www.grocerycrud.com

http://Zedwood.com

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d bloggers like this: